Jumat, 15 Februari 2013

Dosen Adalah Faktor Penentu Prestasi



Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat khususnya mahasiswa. Dalam prakteknya, dosen kerep kali menjadi menjadi buah bibir para mahasiswanya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena seorang dosen memang kerap kali di gambarkan dengan berbagai sosok bengis yang menjadi momok bagi mahasiswa karena kerap kali melakukan tindakan-tindakan kemanusiawiannya yang terlalu berlebihan sehingga berdampak kepada buruknya sistem belajar serta kualitas mahasiswanya yang menurun. Meskipun demikian, tidak semua dosen menyandang predikat buruk bagi mahasiswa, karena banyak juga dosen yang tulus ikhlas mengajar serta bersahabat sehingga sangat disukai, dan kehadirannya selalu di nantikan.

Berikut adalah tipe – tipe dosen dan pengaruhnya:

1. Dosen Jadul

          Dosen dengan tipe jadul adalah dosen dengan gaya pengajaran yang dianggap jadul atau kuno oleh mahasiswa. Misalnya sistem pengajarannya yang seringkali memakai contoh dari sejarah masa lalu, Masih mendikte maupun menyuruh mahasiswanya mencatat di papan tulis tanpa menggunakan proyektor (power point), penjelasan yang panjang dalam satu point matakuliahnya, dan Seringkali membanding-banding sesuatu dengan zaman dahulu. Dosen dengan tipe ini biasanya dianggap membosankan dan membuat mengantuk bagi para mahasiswa, sedangkan pengaruhnya adalah menambah wawasan sejarah mahasiswa, menumbuhkan semangat untuk tidak malas mencatat (tidak tergantung kepada tekhnologi) namun juga menciptakan rasa malas bagi sebagian besar mahasiswanya yang tidak menyukai metode pengajarannya, sehingga mahasiswa menjadi tertinggal dan kurang berkembang.

2. Dosen Modern

Dosen dengan tipe modern adalah dosen dengan gaya pengajaran yang dianggap modern atau megikuti perkembangan zaman. Misalnya saja selalu menggunakan gaya bahasa “Loe dan Gua” menggunakan silabus yang lebih terperinci serta modern, metode pembelajaran lebih banyak diskusi dengan bahan dari power point (melalui proyektor) dan foto copy / print out, seringkali membahas / mengisi kuliah dengan selingan tekhnologi atau perkembanagan peradaban masa kini. Dosen dengan tipe ini biasanya menyenangkan karena dianggap modis, cakap bergaul dan berteman baik dengan mahasiswanya. Sedangkan pengaruhnya adalah semangat belajar yang tinggi karena seperti tanpa beban, mahasiswa akan merasa asyik dalam belajar karena tidak ada ketegangan, namun juga dapat berpengaruh terhadap tata nilai, sikap, bahasa dan nilai-nilai budaya karena moderenisasi yang di usungnya.

3. Dosen Acuh

          Dosen dengan tipe acuh adalah dosen dengan gaya pengajaran yang cuek, semaunya sendiri. Misalnya saja kurang aktif, sering datang terlambat, sering mengakhiri kuliah sebelum waktu habis, tidak masuk jam kerjanya, hanya memberi tugas dan di kumpulkan, tidak pernah memperdulikan keterlambatan maupun kehadiran mahasiswanya, seringkali sibuk sendiri di dalam kelas dengan bermain handphone, laptop / notebook, membaca koran maupun keluar untuk merokok saat mahasiswa sedang disuruh mencatat atau mengerjakan tugas.  Sedangkan pengaruhnya adalah rasa acuh yang juga timbul pada mahasiswanya yang merasa tidak penting untuk mengerjakan tugas, belajar,  masuk kuliah, dan datang kuliah tepat waktu (tidak terlambat) sehingga mahasiswa akan banyak tertinggal materi kuliah dan

4. Dosen Killer


          Dosen dengan julukan killer adalah tipe dosen dengan gaya pengajaran yang sangat keras dan kasar. Misalnya saja selalu memarahi mahasiswa yang datang terlambat, menyalahkan atau mengurangi nilai dari jawaban yang benar sekalipun saat UTS / UAS (jika tidak sama persis dengan tex book yang ia berikan), berkata kotor dan kasar saat marah, yang tidak bisa mengerjakan tugas di depan (menjawab pertanyaan), selalu mengabsen ulang dengan di panggil satu persatu, memberikan hukuman kepada mahasiswa yang melakukan kesalahan, dan yang selalu melakukan semua perintah terhadap mahasiswanya sesuai dengan kemauannya (tidak bisa di mintai izin terkait tugas maupun izin absensi). Dosen seperti ini lebih berpotensi membuat para mahasiswa yang kurang kreatif karena segalanya dibatasi dengan sifatnya yang keras, sehingga mahasiswa akan merasa terkekang dan tegang saat mengikuti kuliah. Fakta dilapangan menunjukan bahwa cara didik model ini tidaklah seluruhnya berhasil membuat mahasiswa menjadi disiplin, dan justru banyak di antaranya justru menjadi mahasiswa yang kurang cerdas dan tidak kreatif. 

          Di antara sekian banyak tipe-tipe dosen yang ada, empat tipe dosen diatas adalah yang paling banyak mendominasi perbincangan para mahasiswa di mayoritas kampus. Karena tak dapat di pungkiri lagi memang jika prestasi mahasiswa selain berasal dari diri sendiri (ketekunan belajar) juga dipengaruhi oleh penilaian dosen, kebijakan yang dibuat dosen, cara didik dosen dan terutama kualitas IQ dari dosen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar