Jumat, 24 Mei 2013

PENGARUH GEOGRAFIS TERHADAP KEHIDUPAN DI BUMI




BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar belakang

          Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan"). Geografi lebih dari  sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu. Sedangkan geografis merupakan letak dimana suatu kondisi dari berbagai faktor seperti alam dan kehidupan itu berada.
          Geografi kehidupan (khususnya di bumi) sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan permukaan bumi dengan berbagai makhluk hidup yang tinggal dipermukaannya. Jadi hal tersebut merupakan bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi, melalui berbagai macam aktifitas kehidupan yang terjadi karena melibatkan semua cakupan mahluk baik benda hidup (bernyawa) maupun benda mati. Yang kesemuanya merupakan bagian dari keseharian kita dalam berkehidupan, sehingga sangat penting untuk dipelajari dan di diskusikan bersama.

B. Rumusan Masalah

          Dari definisi dan penjabaran yang ada di atas dapat disimpulkan berbagai pernyataan maupun pertanyaan yaitu:

1. Apa sajakah pengaruh dari perubahan geografis terhadap kehidupan di bumi?

2. Dan seberapa besar perubahan yang terjadi karenanya?



BAB II
PEMBAHASAN


Kondisi geografis yang ada memang menjadi awal dari terbentuknya perubahan kehidupan yang menuju kesempurnaan dalam konteks kuasa Tuhan. Sehingga dari perubahan perubahan tersebut munculah geografi yang menjadi pendukung dari perubahan tersebut.
          Geografi yang merupakan bagian dari pengetahuan kehidupan di dunia khususnya di bumi pastilah tak lepas dari perannya yang turut serta membawa perubahan bagi mahluk baik yang hidup maupun benda mati yang ada di atasnya. Hal ini didasari dengan adanya fakta dan terkuaknya berbagai macam sejarah lewat ilmu dan penelitian yang di dasarkan kepada keingintahuan manusia mengenai banyaknya perbedaan, keragaman dan pengetahuan dari masing masing mahluk yang berbeda. Sehingga dari fakta pengetahuan tersebut di dapatlah berbagai sebab yang menjadi elemen penting bagi perubahan dan perkembangan dalam kehidupan di antaranya adalah:

A.Geografi Kehidupan di Bumi

1.Faktor Lingkungan

Suatu faktor yang menentukan adanya perbedaan jenis – jenis makhluk hidup yang tinggal di suatu tempat di permukaan bumi ini adalah lingkungan hidup dari tempat itu. Seperti lingkungan biotik. Lingkungan biotik adalah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi 3 kelompok utama yakni:

- Kelompok Produsen

Kelompok produsen adalah organisme yang mampu menghasilkan makanannya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen adalah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil). 

- Kelompok Konsumen

Kelompok konsumen adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh karena itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas manusia dan kelompok hewan herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora (pemakan hewan lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pema¬kan segalanya). 

- Kelompok Pengurai (Decomposer)

Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai adalah bakteri dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah, serta gas-gas yang terlepas kembali ke atmosfer Lingkungan Abiotik.Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi mempunyai pengaruh pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.

1. Tanah

Tanah merupakan tubuh alam yang berfungsi sebagai tempat tinggal makhluk hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai tempat tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diperlukan untuk kehidupan tumbuhan seperti unsur hara, bahan organik, serta air yang terdapat di dalam tanah. 


2. Atmosfer / Lapisan Udara

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat berbagai gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satu gas yang mempunyai peranan sangat penting bagi makhluk hidup adalah oksigen yang digunakan manusia dan hewan untuk bernapas. Manusia dan hewan bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, dan sebaliknya tumbuhan menyerap karbon dioskida dan membuang oksigen ke udara. 

3. Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, karena tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan (air segar). 

4. Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berguna untuk proses fotosintesis.  Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antar¬komponen ini tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. llmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan ekologi.

2.Faktor Sejarah

Dulu 220 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua, kemudian benua itu retak dan bergeser. Pergeseran itu berlangsung lambat dan terjadi terbentuknya lima benua seperti masa sekarang dan ini terjadi kira kira 135 juta tahun. Jadi pergeseran dimulai pada zaman Mesozoikum smapai awal Cenozoikum hingga bentuknya yang sekarang. Yang seperti kita ketahui pada zaman ini bumi telah dihuni berbagai jenis ikan, reptile, burung dan sampai pada binatang menyusui serta dihuni oleh tumbuhan atau hewan daratan. Pergeseran ini menyebabkan makhluk hidup yang dibawanya mengalami perubahan lingkungan hidup yang dibawanya mengalami perubahan lingkungan hidup,misalnya iklimnya berbeda sehingga makhluk – makhluk yang tahan terhadap kondisi ini akan tetap bertahan dan menyesuiakan diri.

3.Faktor Penghambat Penyebaran

Kita mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembang biak, misalnya bagi makhluk daratan ,air, merupakan hambatan ( water barrier ) sedangkan sebaliknya bagi makhluk air, daratan merupakan hambatan ( land barrier ). Daratan yang sempit jug dapat menjadi hambatan. Namun sebaliknya kepulauan dapat menjadi jembatan penyebrangan makhluk hidup. Tiga faktor itulah yang menentukan adanya variabilitas biogeografi.


4.Geografi Tumbuhan

Tumbuhan memegang peranan penting dalam menentukan geografi makhluk hidup karrena ia merupakn titik awal dari rantai makanan. Tanaman sangat peka akan keadaaan lingkungan fisik, oleh karena itu dapat dengan mudah mengamati adanya perbebedaan jenis tumbuhan pada daerah dengan iklim tropis yang sama


5.Geografi Hewan 

Atas dasar faktor yang mempengaruhi variabilitas dan penyebaran terhadap makhluk hidup yang sudah dijelaskan ,maka dunia ini dapat dibagi menjadi 6 daerah ( faunall regions ), yakni daerah :

a. Palaeartic ( Eropa dan Asia Utara )

b. Ethiopian ( Afrika dan Semenanjung Arab )

c. Oriental ( Asia Selatan dan Indonesia )

d. Australian ( Australian dan sekitarnya )

e. Neartic ( Amerika Utara dan Greenland )

f. Neotropical ( Amerika Selatan dan Tengah )


B.Sejarah Perkembangan Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia di klasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi  otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.Dalam  antropologi  kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Manusia adalah makhluk yang mempunyai derajat paling tinggi . karena manusia merupakan mahluk hidup yang berbudi dan berakal. Apabila kita ingin menyusun tentang asal mula manusia di bumi, jalan yang ditempuh hanya dengan mempelajari fosil –fosil yang ada dibumi.Pada tahun 1871 Darwin menerbitkan buku yang berjudul The Desent Of Man tentang asal mula kehidupan . Pada masa Darwin , masih belum merupakan bahan penelitian yang meyakinkan . Darwin mencari hubungan kekerbatan manusia dengan primata .Didalam klasifikasi, manusia sebagai Homo Sapiens termasuk ordo primata.

Persamaan ciri-cirinya addalah sebagai berikut : 

1. Mata Frontal menghadap kedepan 

2. Ibu jari pada tungkai depan dapat digerkan kesegala arah.

3. Letak kelenjar susu didada.

4. Bentuk rahim simpleks.

Kaki manusia yang lebih panjang daripada lengannya merupakan suatu hal yang membedakannya dengan primata lainnya. Kaki manusia yang mempunyai lekukan besar dengan ibu jari yang sebidang dengan jari jari lainnya sangat berbeda dengan kaki kera. Kepala manusia terletak pada tulang belakang demikian rupa sehingga memungkinkan manusa dapat melihat lurus kedepan jika berdiri tegak. Otak Manusia relative besar (volume 1200- 1500 cc ).Hewan perama dari ordo primata diduga telah ada kira kira 75 juta tahun yang lalu Umumnya hidup dipohon – pohon. Hanya manusialah yang menyimpang dalam evolusinya sehingga menjadi suatu makhluk hidup yang dapt hidup diatas tanah dan berjalan dengan kedua kakinya. Tangan digunakannya untuk memegang dan mengatur alat – alat yang dipelukannnya. Makin tinggi tingkat hewan primata ,maka makin tangkas hewan itu mengguakan tangannya dan volume otaknya makin besar. 



C.Beberapa Penemuan Manusia Purba atau Pra-Manusia

Pada tahun 1924,Raymond Dart sorang ahli anatomi di Afrika Selatan telah menemukan fosil yang kemudian diberi nama Australophitechus Africanus. Bentuk Fosil ini menyerupai kepala simpanze muda tetepi giginya merupakan gigi manusia sekarang dan mungkin dapat berjalan tegak. Di Afrika selatan ditemukan juga fosil manusia purba yang diberi nama Austrapitchecinae yang diperkirakan tingginya 1,5 m. Volume otaknya kira- kira 600 cc. Austrapitchecinae hidupnya tidak lagi di pohon –pohon. Fosil ini termasuk familia Homodinae , akan tetapi bukan dari genus homo. Seorang dokter belanda Eugene Dubois pada tahun 1887 di daerah trinil di tepi bengawan Solo menemukan fosil berupa rahang, beberapa gigi dan sebagian dari tulang tengkorak serta tulang paha. Fosil ini diberi nama pithecanthropus erectus atau homo erectus.


Di Jerman (Heidelberg) ditemukan fosil dari zaman palestorin diberi nama Heidelbergergensis. Ada juga fosil Cro Magnon dari perancis yang timbul pada zaman Neadherthal. Hidup kira –kira 30000 tahun yang lalu ,disebut juga Homo Sapiens Diluvialis, berukuran otak sama besar volumenya dengan manusia sekarang dan berukuran tinggi tegak .Di timur Tengah juga ditemukan fosil - fosil manusia dari zaman 100.000 – 300.000 tahun yang lalu, misanya palestina, Gunung Carmel, dan manusia shanidar di gunug gunung Irak .Manusia Neandhertal,manusia gunung Carmel ,manusia Cro Magnon dan Manusia sekarang dapat dimasukkan dalm Homo Sapiens ,sebagai satu spesies.Pithecantropus erectus ,Lasianthropus Pelonensus, Homo beidel bergensis dianggap sebagai salah satu spesies saja yang disebut Homo erectus ,karena:

1. Mereka Hidup di zaman yang sama

2. Berjalan tegak

3. Walaupun ada perbedaaan diantara mereka ,perbedaan itu disebabkan karena lokasi yang berbeda.



BAB III

PENUTUP
C. Kesimpulan dan saran

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dan kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya yaitu Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Jadi dalam geografi kehidupan makhluk hidup di kaji mengenai kehidupan semua makhluk hidup di bumi yang di pengaruhi oleh 5 faktor geografis  yaitu Faktor Lingkungan yang di dalamnya mencakup Lingkungan Biotik dan Abiotik, Faktor Sejarah, Faktor Penghambat Penyebaran, Geografi Tumbuhan, dan Geografi Hewan.

Tuhan memang menciptakan alam semesta ini sangat lengkap.Hal tersebut  dapat dilihat dari keterkaitan yang kompleks antara kondisi geografis dengan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan itu sendiri (geografi), dimana antara satu benda / mahluk di dunia ini memiliki fungsi atau pengaruh bagi mahluk yang lainnya, misalnya saja mencukupi kebutuhan seperti makan, dan menjadi pelengkap, juga menjadi faktor yang turut serta dalam perubahan segala tatanan kehidupan mahluk khususnya di bumi. Perubahan tersebut ada yang berasal dari alam (kejadian alamiah) seperti gunung meletus gempa bumi dan sebagainya. Maupun akibat campur tangan manusia melalui pengetahuannya.

Dengan pengetahuan geografi yang dimiliki, manusia menjadi faktor yang dominan dalam perubahan susunan geografis di bumi. Hal ini terlihat dari letak geografis yang mengalami perubahan akibat disengaja maupun tidak disengaja. Seperti contoh adanya sungai / danau buatan yang tidak terbentuk oleh alam, melainkan oleh manusia. Contoh lain yang mudah diambil adalah pencairan es yang drastis di kutub utara akibat aktifitas manusia meliputi hal hal yang menyebabkan global warming seperti penggundulan hutan, dan pencemaran udara yang mengakibatkan pengikisan atmosfer, dan efek rumah kaca.

Inti dari perubahan susunan geografis adalah akibat faktor alam yang meliputi kejadian-kejadiannya serta akibat aktifitas manusia sebagai faktor yang dominan. Karena manusia menggunakan akalnya dalam geografi yang dikembangkannya.



D. Daftar Pustaka


http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi

http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia

www.dgip.go.id/indikasi-geografis

http://id.shvoong.com/social-sciences/2001133-letak-geografis/

Aly Abdullah, Drs dan Rahmnan Eny (Ilmu Alamiah Dasar;Bumi Askara,Jakarta 1992).

 Darmodjo Hendro, Drs, M.A dan Kalogis Yeni, Dra M.Sc.
(Ilmu Alamiah Dasar, Universitas Terbuka,Jakarta,1994)

 Jasin Maskoeri, Drs.Ilmu Alamiah Dasar
(Cetakan ke – 2, Ghalia Indonesia,Jakarta, 1994).

 Nizamuddin H. Dr. dkk.Ilmu Alamiah Dasar
(Cetakan ke-2, Ghalia Indonesia,Jakarta, 1994).

S.J Drost.,drs.Ilmu Alamiah Dasar
(Buku Panduan Mahasiswa,PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992).              


http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar